Jumat, 2010 Agustus 20




Minggu, 2009 Mei 24

DUTA SOM

Assalamu alaikum teman2 seperjuangan..

Alhamdulillah...

Kami ucapkan terima kasih bagi sahabat2 yang mendukung Save Our Masjid campaign ini.
kami mohon sahabat2 dimanapun berada di seluruh Indonesia ini ikut menjadi duta SOM di lingkungannya masing2. Dengan mengajak segala kebaikan.Manfaatkan masjid kita secara maksimum untuk semua kegiatan ibadah, ramaikan masjid kita,bersihkan masjid kita,masjid terbuka bagi siapapun saudara kita muslim.Tidak memandang usia,ras,suku,status,latar belakang,sepanjang dia hamba Allah.Mari kita jalin ukuwah islamiyah melalui masjid.Mari saling berpegang erat dan rapatkan barisan kita dengan sholat berjamaah.

Dalam rangka campaign ini Insya Allah...
Akan dibuatkan lagu nasyid SOM oleh Justice Voice (group nasyid asal Jogjakarta)
kami juga akan membuat merchandise tentang gerakan SOM (kaos ,Pin,topi,jacket dll)
kami mohon doa dan dukungan kepada sahabat2 semua.Mari kita sama2 campaign ini.
"Lets Save Our Masjid, Clean our heart"

Note : bagi sahabat yang mempunyai kisah atau hikmah yang berhubungan dengan SOM
dapat di kirim ke email

Jumat, 2009 April 24

Kembali Memulai

Setelah lebih dari 6 bulan, blog ini tidak diupdate, maka kini tiba saatnya gerakan 'Save Our Masjid' kembali turun ke bumi. Kang Heri Suchaeri secara aklamasi, ditunjuk sebagai komandan gerakan moral ini. Dibantu oleh Mas Joko yang udah mati-matian membantu menghidupkan kembali pesan kesadaran ini.

Eh iya, di Banjarmasin, kita punya seorang sahabat perjuangan bernama Bung Muhari, beliau salah seorang pimpinan radio dan wiraswastawan muda, apa kabar bung?

Saya sendiri di sini, bertindak sebagai montir dan abdi dalem yang berusaha untuk berjalan bersama sahabat-sahabat saya di atas, yang sudah jauh lebih dulu melaksanakan fitrah berjihad di jalan Sang Maha Penyayang.

Ah, semua ini bagaikan sebuah keajaiban. Ketika setiap orang bergabung untuk bersama-sama meneriakkan pesan ini "Save Our Masjid!"

Semoga kita tidak cepat mati dan masih bisa bernapas sampai esok hari. Semoga perjuangan ini dapat memberikan arti bagi negara dan agama. Semoga....

Senin, 2008 September 01

hari pertama puasa

Tak terasa bulan Ramadhan kini datang lagi. Bulan penuh berkah dan ampunan dari Allah SWT. Puasa hari pertama kali ini, cuacanya panas banget, sama seperti tahun yang lalu. Tapi itu ga menyurutkan niat saya untuk tetap bertahan menahan segala hawa nafsu, bukan saja menahan lapar dan dahaga. Hari ini tadi saya mencoba aktivitas, baru saya dengan bereksperimen tentang alat untuk menghemat bahan bakar, di rumah temen salah seorang temen. Kebetulan dia non muslim, pas saya datang dia masih sedang eksperimen juga, dengan rokok di tangannya, ngebul. Bukan bermaksud dia untuk menggoda iman saya, ketika panas semakin menyengat, dahaga pun datang, dia pesan 4 gelas es teh, untuk temen-temennya, karena saya puasa saya tentu saja saya tidak minum. Hmmmm...... Allah masih menjaga iman saya untuk tidak tergoda, membatalkan puasa.


Titt...titt.... ada sms dari temen saya dinda, di sms nya dia bercerita bahwa saat menyetir mobil secara nggak sengaja meraih botol aqua di dashboardnya, kemudian dia minum, dia lupa kalo hari ini puasa. Yahhh..... dinda mendapatkan rezeki dari Allah. Ada bermacam-macam cerita pada awal puasa, ada juga yang bangun kesiangan sehingga tidak sempat sahur.


Tapi ada cerita yang membuat saya prihatin, Masjid di kampung nggak seramai dulu. Dulu saya bersama-sama teman pergi ke Masjid setelah buka puasa, masjid pun penuh. Tapi sekarang pemandangan seperti itu sudah tidak terlihat lagi. Ini dikarenakan di kampung ada 3 masjid, sehingga jemaatnya terbagi dalam beberapa masjid.

Sedikit cerita tentang hari pertama puasa. Semoga Allah memberikan kekuatan dan melimpahkan Rahmat serta HidayahNya, sehingga kita dapat menjalankan ibadah ini dengan baik, didasari hati tulus dan ikhlas. Menjalankan ibadah hanya karena Allah. Amin


Selamat Menjalankan Ibadah Puasa

Selasa, 2008 April 22

A Time to Kill

Tuesday, April 22, 2008

Pernah nonton film "A Time to Kill?", film yang dibintangi Sandra Bullock, Samuel E. Jackson dan dirilis tahun 1996. Ceritanya tentang perjuangan seorang ayah yang nekat membunuh pemerkosa anaknya yang masih berumur 10 tahun. Film ini sarat dengan muatan rasisme, keadilan dan trauma korban anak yang disiksa dan diperkosa secara biadab oleh beberapa pelakunya.

Nggak nyangka, kejadian seperti film tersebut saya alami. Pada 20 april 2008, saya dihubungi Mas Rozy, beliau ini aktivis kemanusiaan dari yayasan Tikar. Telpon sore itu bunyinya singkat :

" Bisa ketemu? Lagi di Jogja? Saya punya kasus perkosaan balita yang dilakukan 7 pelaku. Salah satu pelaku adalah orang dewasa berumur 30 tahun!"

"Hah? oke mas, kita ketemuan. Kapan?"

"Nanti malam saya jemput, kita diskusikan bersama!"

Klik, telepon dimatikan, darah saya berdesir. Balita diperkosa? 7 orang? di Jogja? Singkat cerita, kami bertemu malam itu, bersama mas Yusron, Rozy, saya dan seseorang dari Jakarta yang kebetulan kami mintai tolong untuk bertindak. Cerita detail yang disampaikan Rozy adalah sebagai berikut :

Nama korban adalah Ravina (nama saya samarkan), umur 5 tahun, gadis kecil yang hidup bersama ibunya di wilayah Wonosari Gunung Kidul. Ayahnya jarang pulang, seumur hidupnya, ia hanya pernah melihat raut wajah ayahnya 3 kali. Entah apa yang membuat laki-laki tersebut jarang pulang mengunjungi keluarganya. Ibunya seorang pembantu, agak kurang pendengarannya dan tingkat intelektualitas yang di bawah rata-rata.

Ravina tumbuh sebagai balita yang tidak diawasi terus menerus oleh ibunya yang disibukkan dengan pekerjaannya sebagai pembantu. Sampai suatu saat, di tahun 2006, peristiwa memilukan itu terjadi, Ravina yang kala itu berusia 3 tahun, mengalami perkosaan pertama yang dilakukan oleh seorang pelaku berumur 30 tahun, kita sebut saja nama pelaku itu si Bendol.

Sang ibu hanya terdiam, dia tidak berani cerita kemana-mana ketika ia mengetahui anak balitanya mengeluh sakit pada alat kelaminnya. Tetapi celakanya, ini awal perkosaan-perkosaan berikutnya yang malah melibatkan pelaku-pelaku lain yang berumur antara 10-12 tahun.

Bagaimana cara bocah-bocah tersebut memperkosa Ravina? Ternyata, Si Bendol, pelaku dewasa berkali-kali melakukan pemerkosaan dan diintip oleh 6 bocah usia SD tersebut. Perbuatan tersebut memicu 6 bocah yang terangsang akibat menonton pemerkosaan yang dilakukan Bendol. Ditengarai pula, 6 bocah ini sering menonton film porno di rumahnya masing-masing.

Nasib malang menimpa Ravina, hingga usia 5 tahun, ia menjadi bulan-bulanan pemerkosaan oleh Bendol dan 6 bocah yang ikut serta menyiksanya. Bukan hanya diperkosa, kerap, Ravina disiksa habis-habisan dengan menusukkan potongan kayu ke dalam (maaf) vaginanya.

Kasus ini akhirnya terungkap setelah sang majikan tempat ibu ravina bekerja melihat keanehan dan pendarahan hebat yang dialami Ravina. Ia segera mengobati Ravina dan melaporkan kejadian ini ke Polres Gunung Kiduli. Ravina dalam keadaan depresi dan stress, balita ini kadang menampakkan perilaku yang aneh, sering berlaku seolah-olah sedang disiksa atau diperkosa.

Celakanya, kasus Ravina malah seperti didiamkan. Sudah 6 bulan sejak pelaporan berlangsung, para pelaku tidak ditangkap atau diadili. Bahkan keluarga Ravina, sang korban, mendapatkan teror intimidasi dari para orang tua pelaku. Mereka mengancam akan mengusir Ravina dari kampung dengan alasan pencemaran nama baik.

Tanggal 21 April 2008, tepat hari kartini, saya bersama teman-teman menuju Polres Gunung Kidul. Kami ingin meminta penjelasan Kapolres dan bertemu dengan Ravina dan keluarganya.

Teman, saya nggak bisa menahan airmata ini, saya bertemu dengan Ravina, gadis kecil 5 tahun yang tampak polos, cantik, tetapi sejuta rasa sakit dan kepedihan tidak bisa ia sembunyikan. Ia tampak malu-malu dan takut ketika diajak bicara. Ravina baru berumur 5 tahun! Biadab sekali mereka yang telah membuatnya bertahun-tahun menderita! Memperkosa dan merusak semuanya, Masya Allah!

Pertemuan hari itu tidak membuahkan hasil, kami nggak bisa ketemu Kapolres dan nggak ada keputusan dari polisi apakah kasus ini akan diteruskan atau tidak. Kami mendengar desas-desus, bahwa para pelakunya sedang menghapuskan berbagai macam barang bukti dan melakukan negosiasi ini-itu untuk menutup kasus ini.

Saya kesal sekali dengan kelambatan birokratis seperti ini. Apa-apaan ini semua? Sistem hukum tidak berjalan, Ravina yang sudah jelas menjadi korban malah terancam jiwanya. Ibu Bambang, majikan tempat ibu Ravina bekerja tiba-tiba mendekati saya sambil menggandeng Ravina dan berkata :

"Tolong mas, saya sekuat tenaga melindungi Ravina, tetapi saya mendapatkan berbagai macam ancaman, termasuk SMS yang terang-terangan hendak mengusir saya apabila tetap melindungi Ravina."

Saya tersentak, saya pandangi wajah ibu Bambang dan Ravina bergantian, duh Gusti,
ini nggak bisa didiamkan. Saya segera hubungi teman-teman di kementrian negara pemberdayaan perempuan, saya rasa, saya harus minta bantuan dari pusat, karena sistem hukum mandek ditingkat aparat lokal. Paling tidak, akhirnya saya mendapatkan sebuah pesan dari ibu Sofinas, salah seorang Asdep di KPP untuk tetap mendampingi Ravina, dan KPP berjanji untuk membantu kami.

Saya segera kabarkan pesan tersebut kepada teman-teman yang masih berdebat di ruang kantor Polres. Kita segera memutuskan untuk menarik mundur dan membawa Ravina dan keluarganya ke tempat yang lebih aman, sembari menyelesaikan kasusnya.

Jalan masih panjang dan berliku, Ravina tampak tersenyum kecil ketika rombongan kami pamit mundur meninggalkannya sambil berjanji untuk tetap menyelesaikan kasus ini dan menyelamatkan hari depannya. Tuhan, tolong dengar doa kami.

Kami tidak akan berhenti,

Sony Set, Rozy, Yusron Jogjakarta.
catatan : Ravina saat ini telah kami ungsikan ke sebuah pesantren di daerah Wonosari di bawah pengasuhan Kyai Harun. Saat ini kami sedang menggalang dukungan dari media press dan kementrian Pemberdayaan perempuan untuk bersama-sama membongkar kasus dan menyelamatkan Ravina. Semoga.

Atas izin mas Sony Set tulisan diatas saya ambil dari tvlab.blogspot.com.
Kami mohon doa dan dukungan dari teman-teman, untuk Ravina.

Sabtu, 2008 Maret 22

Kangen Adzan

Kangen Adzan

Sebuah cerita dari temen saya yang bekerja di Kapal Pesiar. Pekerjaannya keliling dunia, dengan kapal pesiar. Beberapa Negara telah disinggahinya, kesenangan pun didapatnya, kesejahteraan terjamin, karena gaji di kapal pesiar cukup besar.

Dari ceritanya saya pun menyimpulkan hidup disana itu enak banget , udah gajinya gedhe, tiap hari ketemu dengan orang baru, keliling dunia gratis lagi. Ahhh…jadi pengen mengikuti jejaknya.

Tapi bayangan saya itu ternyata salah, di kapal pesiar itu kerjanya berat, bisa 12 jam. Kalo dilihat dari segi materi seeh emang gedhe, tapi beban mental itu yang dirasakannya. Karena jauh dari keluarga, dan satu hal lagi dikapal pesiar tidak ada Adzan.

Temenku satahun terakhir tidak mendengar suara adzan, bulan puasa tahun lalu dihabiskan dia atas kapal. Waktu untuk berbuka pun dia kira-kira sendiri, temenku sampai kangen yang namanya suara adzan. “Sungguh berat banget serasa jauh dari Allah”,katanya.

Saya jadi inget waktu saya berada di Manado, kira-kira 4 tahun yang lalu. Saya berada di sana selama 1 bulan. Ramadhan pun saya masih di Manado. Waktu itu saya berada di pelosok Manado, untuk nonton tivi aza susah. Nah di desa itu seluruh penduduknya beragama Kristen, so, tidak ada masjid disana otomatis adzan pun ga terdengar. Saat itu pun saya merindukan suara adzan. Untuk menentukan waktu berbuka pun kami satu tim pake ilmu kira-kira. Suasana tarawih pun juga ga semeriah di rumah. Untung 3 hari sebelum lebaran, kami sudah tiba di rumah. Alhamdullilah, bisa merasakan nikmatnya bertakbiran dan Idul Fitri bareng keluarga.

Sekarang ini banyak masjid-masjid yang bertebaran, bahkan satu kampung bisa terdapat dua masjid. Melaksanakan sholat jauh lebih mudah, sekalipun itu pada waktu kita menempuh perjalanan. Di sepanjang jalan pasti ada masjid, kita bisa sholat sambil beristirahat, Kalo pun tidak ada masjid, pom bensin-pom bensin sekarang sudah banyak yang menyediakan fasilitas mushola. So ga ada alasan untuk ga sholat kan. Berbahagialah kita yang masih bisa mendengar adzan dan melaksanakan sholat di masjid maupun mushola.

Kamis, 2008 Maret 06

Dilarang Pacaran di Masjid

Beberapa hari yang lalu saya sholat maghrib di sebuah masjid di daerah Solo bagian selatan. Waktu itu saya kehujanan, saya pun berteduh di sebuah majid yang letaknya tidak jauh dari obyek wisata. Sambil menunggu adzan maghrib, saya sempet membaca papan pengumuman yang di tempeli beberapa brosur tentang kegiatan pengajian, dan pengumuman-pengumuman yang lain.

Ketika saya menggeser pandangan saya ke sebelah kiri papan pengumuman ada tulisan yang menurut saya lain daripada yang lain. Di samping papan pengumumaan itu tertulis:

DILARANG BERBICARA WAKTU KHOTBAH

DILARANG BERPACARAN DI MASJID

MATIKAN HANDPHONE ANDA.

Untuk yang poin pertama dan ketiga mungkin kita sudah sering membaca di masjid-masjid. Tapi point yang kedua,saya baru pertama kali ini membaca sebuah peringatan larangan pacaran di dalam masjid. Saya jadi penasaran kenapa ada tulisan seperti itu di masjid. Apa masjid ini sering dijadikan tempat pacaran?, Trus siapa yang tega menyalahgunakan masjid untuk pacaran?.mmmmmhhh. Belum rasa penasaran terjawab, adzan maghrib berkumandang. Saya memutuskan untuk menyimpan rasa penasaran dulu. Setelah sholat maghrib berjamaah yang hanya satu shaft, saya mencoba mencari jawaban kenapa ada peringatan dilarang pacaran.

Sambil menunggu hujan reda saya ngobrol dengan bhapak-bapak yang umurnya kira-kira diatas 50-an. Bapak yang berprofesi sebagai petani tersebut menjelaskan panjang lebar. Dari obrolan dengan beliau akahirnya rasa penasran saya terjawab. Dulu masjid itu memang tidak pernah digunakan untuk pacaran, tapi beberapa tahun terakhir, banyak muda-mudi yang bersantai-ria di masjid itu, bahkan ada yang pangku-pangkuan, kata bapak itu.

Usut punya usut ternyata, pasangan yang ada di masjid itu merupakan, pasangan yang bermigrasi dari tempat pacaran sebelumnya yaitu di sekitar obyek wisata tersebut. Karena di tempat wisata tersebut sudah banyak banget yang berpacaran, sehingga ada beberapa orang yang tidak nyaman lagi bermesaraan di tempat itu lagi. Mereka menyalahgunakan masjid sebagai lokasi baru bermesaraan. Letak Masjid tersebut memang agak tersembuyi, karena kita harus naik beberapa anak tangga untuk mencapainya. So lebih private(mungkin).

Pikir saya ini sih namanya orang yang ngantuk dikasih bantal. Udah tempatnya sepi ga ada penjaganya lagi. Tapi biar bagaimanapun juga menggunakan masjid untuk berpacaran adalah sebuah perbuatan yang tidak terpuji. Saya nggak habis pikir, koq ada orang yang tega menggunakan masjid untuk bermesaraan. Blom lagi kalo di Hand Phone mereka ada film porno nya. Waahhhhh.....bisa nonton film porno sambil pacaran di masjid nehhh. Mungkin perlu ditambahin satu poin lagi di papan pengumuman itu HAPUS MATERI PORNOGRAFI ANDA” Gimana?